Kain perca merupakan sisa kain dari proses
penjahitan. Sepintas kain sisa ini adalah kain yang tidak memiliki manfaat,
tapi sebenarnya sisa kain ini dapat di manfaatkan menjadi sesuatu atau produk
yang berguna. Daripada terbuang menjadi sampah lebih baik di gunakan sebagai
barang yang lebih berguna. Kain perca ini dapat dimanfaatkan menjadi
barang-barang kerajinan tangan seperti tas, sarung bantal, ataupun
produk-produk yang lain.
Istilah "limbah" sebenarnya memiliki
kesan yang kurang baik, sebab biasanya berupa sisa buangan yang berpotensi
mencemari lingkungan alam sekitar. Namun limbah tekstil yang dimaksudkan disini
adalah sisa-sisa potongan kain yang berasal dari industri gramen atau proses
produksi konveksi (pakaian).
Istilah umum untuk sisa potongan-potongan kain itu adalah kain perca, meskipun limbah industri garmen tidaklah selalu berupa kain perca (bisa juga berupa tali majun, benang dsb). Untuk mendapatkan limbah garmen kita bisa mendatangi kawasan industri garmen dan membelinya disana atau melalui jasa pemasok khusus limbah garmen. Kita bisa membeli bahan baku kerajinan dari mereka.
Istilah umum untuk sisa potongan-potongan kain itu adalah kain perca, meskipun limbah industri garmen tidaklah selalu berupa kain perca (bisa juga berupa tali majun, benang dsb). Untuk mendapatkan limbah garmen kita bisa mendatangi kawasan industri garmen dan membelinya disana atau melalui jasa pemasok khusus limbah garmen. Kita bisa membeli bahan baku kerajinan dari mereka.
Karakteristik
Limbah Tekstil
Limbah tekstil jika
tidak ditangani dengan baik dapat memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan
alam sekitar kita. Hal ini karena limbah tekstil memiliki
karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
- Sulit
menyatu kembali dengan lingkungan alam
Limbah garmen yang berupa sisa potongan kain akan sulit hancur meskipun sudah bertahun-tahun lamanya tertimbun didalam tanah, terlebih lagi jika kain itu terbuat dari bahan serat sintetis dan bukan serat alami. - Dapat
merusak biota yang ada didalam tanah dalam jangka waktu tertentu
Akibat dari tidak dapat terurainya limbah garmen seiring berjalannya waktu maka hal ini dapat membawa dampak berupa rusaknya biota tanah dimana limbah garmen itu dibuang. - Apabila
dibakar asapnya bisa mencemari udara
Pembakaran limbah garmen dalam jumlah yang besar akan berdampak pada lingkungan udara disekitarnya. Asap dan bau yang ditimbulkannya bisa mengganggu pernafasan dan iritasi mata. - Bisa
menjadi media berkembangnya bibit penyakit
Gumpalan-gumpalan limbah garmen yang bercampur dengan jenis sampah lainnya merupakan media yang baik bagi berkembangnya bibit-bibit penyakit. - Bisa
menyumbat saluran-saluran air yang pada akhirnya bisa menimbulkan banjir
Limbah garmen yang menggumpal bersama tanah dan sampah plastik bisa menyumbat selokan-selokan dan saluran air lainnya, sehingga pada akhirnya bisa menimbulkan banjir. - Membutuhkan
lahan yang luas sebagai tempat pembuangannya
Limbah dari industri garmen ada dalam volume yang besar sehingga penanganannya membutuhkan lahan yang luas pula. hal ini akan menjadi kesulitan tersendiri jika industri garmen penghasil limbah itu berada pada daerah yang padat penduduknya, dimana tidak tersedia lagi lahan yang cukup untuk penimbunan limbah tersebut.
Lantas
Apa Solusinya?
Salah satu solusi yang tepat adalah dengan
memanfaatkan limbah garmen itu dengan mengolahnya menjadi barang berguna yang
bisa mendatangkan penghasilan. Salah satu faktor tumbuhnya kerajinan limbah
tekstil di suatu daerah adalah karena mudahnya mendapatkan bahan baku dengan
harga yang murah. Pada daerah dimana banyak berdiri industri garmen biasanya
juga akan tumbuh usaha-usaha kerajinan yang memanfaatkan limbah dari industri
garmen itu.
Yuk putarkan uang kamu dan dapatkan keuntungan besar bersama MARIO BOLA modal ribuan kamu bisa dapatkan keuntungan hingga jutaan pastinya no ribet
BalasHapusWA :+62812 6381 7487
Instagram :mariobola.slot